Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas

Mustofa A. Factors associated Podojoyo, Hadi H, Huriyati E. Obesity in adolescents at risk of becoming obese in adulthood and potentially can lead to cardiovascular and metabolic diseases Objective: Recently, obesity has become health problem which is also associated with an increased occurrence of non-communicable diseases.

Relationships between parental education and overweight with childhood overweight and physical activity in 9 — 11 year old children: Fast food restaurant use among dolescents: The imbalance of nutrient intake was one of the risk factors for the emergence of obesity in adolescents.

The choice for a subject of research used proportional stratified random sampling. The Bogalusa Heart Study. Muwakhidah, Tri DH.

Jurnal Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja

Recently, obesity has become health problem which was frequently associated with an increased occurrence of non-communicable diseases. Angka ini cukup tinggi untuk kejadian obesitas terutama pada balita karena dampak obesitas sendiri diantaranya menyebabkan diabetes, jantung, batu ginjal, kanker, dan hipertensi The prevalence of obesity in high school teenagers in Pontianak was 9.

Pendapatan yang tinggi berarti kemudahan dalam membeli dan mengonsumsi makanan enak dan mahal yang mengandung energi tinggi seperti western fast food. J Adolesc Health ; Data analysis was performed to assess the risk of independent variables of obesity.

Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja

Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. Hasil ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya di Jakarta dan Bandung 25 yang menjelaskan bahwa rerata frekuensi remaja yang mengonsumsi minuman yang berasal dari minuman jenis soft drink sebesar 1,8 kali per minggu.

Am J Clin Nutr ; Universitas Hasanuddin, Makassar.11 Konsumsi Fast Food Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Gizi Lebih pada Siswa SD Negeri 11 Manado Fauzul Badjeber*, Nova H. Kapantouw*, Maureen Punuh*.

· Jurnal Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja Abstract: Recently, obesity has become health problem which is also associated with an increased occurrence of non-communicable diseases. The prevalence of obesity has been increasing in both developed and developing countries.

The increasing prevalence of 5/5(1). pola konsumsi fast food dan serat sebagai faktor gizi lebih pada remaja Article (PDF Available) · July with 1, Reads DOI: /ujph.v5i Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja Ilmu Kesehatan Jp Kesmas dd Edit Abstract: Recently, obesity has become health problem which was frequently associated with an increased occurrence of non-communicable vsfmorocco.com: Ilmu Kesehatan.

dan frekuensi konsumsi fast food dan soft drink terhadap kejadian obesitas pada remaja sekolah menengah atas (SMA) di Kota Pontianak. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan kasus. Ayu Ra ony, dkk: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja ibu bekerja memungkinkan lebih sering membelikan makanan untuk anaknya di luar r umah.

Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas
Rated 3/5 based on 20 review